TOKOH-TOKOH
IDEALISME DUNIA
TOKOH SOSIALISME DAN KOMUNISME DUNIA
Karl Marx : Bapak Pencetus Paham Sosialis Dunia
Marx
menulis bahwa kapitalisme akan berakhir karena aksi yang terorganisasi dari
kelas kerja internasional.“Komunisme untuk kita bukanlah hubungan yang
diciptakan oleh negara, tetapi merupakan cara ideal untuk keadaan negara pada
saat ini. Hasil dari pergerakan ini kita yang akan mengatur dirinya sendiri
secara otomatis.Komunisme adalah pergerakan yang akan menghilangkan keadaan
yang ada pada saat ini. Dan hasil dari pergerakan ini menciptakan hasil dari
yang lingkungan yang ada dari saat ini. – Ideologi Jerman–
Marx sering dijuluki sebagai bapak dari
komunisme yang berasal dari kaum terpelajar dan politikus. Ia memperdebatkan
bahwa analisis tentang kapitalisme miliknya membuktikan bahwa kontradiksi dari
kapitalisme akan berakhir dan memberikan jalan untuk komunisme. Walaupun Marx
menulis tentang banyak hal semasa hidupnya, ia paling terkenal atas analisisnya
terhadap sejarah, terutama mengenai pertentangan kelas, yang dapat diringkas
sebagai "Sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya
adalah sejarah pertentangan kelas", sebagaimana yang tertulis dalam
kalimat pembuka dari Manifesto
Komunis.
2. Friedrich Engels
Kolaborasi tulisan
Engels dan Marx yang pertama adalah The Holy Family Mereka berdua sering disebut "Bapak Pendiri Komunisme", di mana beberapa ide yang berhubungan dengan
Marxisme sudah kelihatan. Bersama Karl Marx ia menulis Manifesto Partai Komunis
(1848). Setelah Karl Marx meninggal, ialah yang menerbitkan jilid-jilid
lanjutan bukunya yang terpenting Das Kapital.
Tokoh-tokoh
Sosialisme
Berikut merupakan para
perintis sosialis:
1. Robert Owen (1881 – 1858)
Pemikirannya tentang
sosialisme dituangkan dalam buku berjudul “A View of Society, an Essay on the
Formation of human Character”. Dalam bukunya tersebut, ia menyatakan bahwa
lingkungan sosial berpengaruh pada pembentukan karakter manusia. Ia berusaha
mencari caranya dengan meningkatkan kesejahteraan pekerjanya.
2. Karl Heinrich Marx (1818 –
1883)
Ia menciptakan sosialisme
yang didasarkan atas ilmu pengetahuan. Ia mengembangkan sosialisme secara
radikal. Karya Karl Marx yang terkenal adalah “Das Kapital” yang menyatakan bahwa
sejarah manusia adalah sejarah perjuangan kelas dan pemenang dari peperangan
itu adalah kaum proletar (kaum buruh). Sosialisme pada masa penjajahan banyak
mendapat simpati dari bangsa pribumi. Paham sosialisme semakin banyak
berpengaruh setelah konsep ini dijadikan sebagai salah satu senjata menghadapi
kolonialisme dan imperialisme. Di negaranegara Asia – Afrika, banyak pemimpin
yang tertarik dengan ajaran sosialisme.
3. St. Simon (1760-1858)
Dia merupakan bapak
sosialisme. Dia adalah orang pertama yang menyerukan perlunya sarana-sarana
produksi agar dimiliki sepebuhnya oleh pemerintah.
4. Thomas Moore
Dia adalah seorang sosialis
Utopis. Menurutnya sosialisme merupakan reaksi dari kapitalisme. Sosialisme
hanya dapat mengambangkan dirinya di negara dengan tradisi liberal yang sudah
berkembang, sedangkan di negara yang tidak memiliki tradisi ini, maka
sosialisme akan berubah menjadi faisme.
TOKOH-TOKOH IDEOLOGI
NASIONALISME
1. OTTO BOUER
nasionalisme muncul karena
adanya persamaan sikap dan tingkah laku dalam memperjuangkan nasib yang sama
2. HANS KOHN
nasionalisme adalah suatu paham yang
menempatkan kesetiaan tertinggi individu kepada negara dan bangsa.
3. Ernest Rerant
.
nasionalisme ada ketika muncul keinginan untuk bersatu
TOKOH-TOKOH IDEOLOGI LIBERALISME
John Locke (1632-1704)
Pemikiran Locke didasarkan pada premis semua pengetahuan datang dari pengalaman. Ini berarti tidak ada yang dapat dijadikan idea atau konsep tentang sesuatu yang berada dibelakang pengalaman, tidak ada idea yang diturunkan seperti yang diajarkan Plato. Teori ini dikenal dengan teori tabula rasa, sebuah teori epistemology dari faham empirisme. (Ibid; hal.173-176)
Locke malanjutkan argumennya bahwa sifat objek itu ada dua, pertama primary qualities (sifat pertama) yaitu sifat asli yang dimiliki objek. Kedua secondary qualities (sifat kedua), ini adalah sifat objek yang ditangkap oleh indera. Keduanya berbeda. Ide-ide tentang primary qualities objek ada pada objek itu, pola mereka ada pada objek itu sendiri, tetapi idea yang dihasilkan dalam jiwa kita oleh secondary qualities tidak berada pada objek itu. Yang kita ambil dari objek itu adalah power untuk menghasilkan sensasi itu dalam diri kita.
Lalu mengenai substansi, Locke selalu berbicara mengenai intuisi untuk menjawabnya. “Pengetahuan kita itu kita peroleh lewat intuisi. Eksistensi Tuhan, akallah yang memberitahukannya kepada kita”. Disini Locke tampak kebingungan maka akhirnya ia berkesimpulan, kita tidak tahu apa-apa tentang substansi. (Ibid; hal.179-180) .
Pemikiran Locke didasarkan pada premis semua pengetahuan datang dari pengalaman. Ini berarti tidak ada yang dapat dijadikan idea atau konsep tentang sesuatu yang berada dibelakang pengalaman, tidak ada idea yang diturunkan seperti yang diajarkan Plato. Teori ini dikenal dengan teori tabula rasa, sebuah teori epistemology dari faham empirisme. (Ibid; hal.173-176)
Locke malanjutkan argumennya bahwa sifat objek itu ada dua, pertama primary qualities (sifat pertama) yaitu sifat asli yang dimiliki objek. Kedua secondary qualities (sifat kedua), ini adalah sifat objek yang ditangkap oleh indera. Keduanya berbeda. Ide-ide tentang primary qualities objek ada pada objek itu, pola mereka ada pada objek itu sendiri, tetapi idea yang dihasilkan dalam jiwa kita oleh secondary qualities tidak berada pada objek itu. Yang kita ambil dari objek itu adalah power untuk menghasilkan sensasi itu dalam diri kita.
Lalu mengenai substansi, Locke selalu berbicara mengenai intuisi untuk menjawabnya. “Pengetahuan kita itu kita peroleh lewat intuisi. Eksistensi Tuhan, akallah yang memberitahukannya kepada kita”. Disini Locke tampak kebingungan maka akhirnya ia berkesimpulan, kita tidak tahu apa-apa tentang substansi. (Ibid; hal.179-180) .
2. Herbert Spencer (1820-1903)
Filsafat Spencer berpusat pada teori evolusi. Empirismenya jelas terlihat dalam filsafatnya tentang the great unknowable. Menurut Spencer, kita hanya dapat mengenali fenomena-fenomena atau gejala-gejala. Memang benar di belakang gejala-gejala itu ada suatu dasar absolute, tapi yang absolute itu tidak dapat kita kenal. Secara prinsip pengenalan kita hanya menyangkut relasi-relasi antara gejala-gejala. Di belakang gejala-gejala ada sesuatu yang oleh Spencer disebut the great unknowable / yang tidak diketahui. Sudah jelaslah menurut Spencer metafisika menjadi tidak mungkin.
Filsafat Spencer berpusat pada teori evolusi. Empirismenya jelas terlihat dalam filsafatnya tentang the great unknowable. Menurut Spencer, kita hanya dapat mengenali fenomena-fenomena atau gejala-gejala. Memang benar di belakang gejala-gejala itu ada suatu dasar absolute, tapi yang absolute itu tidak dapat kita kenal. Secara prinsip pengenalan kita hanya menyangkut relasi-relasi antara gejala-gejala. Di belakang gejala-gejala ada sesuatu yang oleh Spencer disebut the great unknowable / yang tidak diketahui. Sudah jelaslah menurut Spencer metafisika menjadi tidak mungkin.
3.
David Hume (1711-1776)
Hume menyatakan, sebagaimana Locke, bahwa semua pengetahuan dimulai dari pengalaman indera sebagai dasar, kesan adalah basis pengetahuan.
Tapi kemudian Hume menjelaskan bahwa hubungan sebab akibat tidak merupakan suatu hubungan antar idea (reation of ideas) karena hal itu tidak mempunyai bukti. Itu terbentuk semata-mata oleh akal, padahal hanya akal tidak akan menyampaikan pada pengetahuan adanya sebab akibat. Akhirnya Hume menyimpulkan bahwa idea kausalitas itu tidak juga dapat diperoleh melalui persepsi (pengalaman). Pada akhirnya Hume menentang induksi. Ia juga menentang prinsip induksi untuk memprediksi masa depan. Jadi mula-mula ia menolak adanya pengetahuan a priori, lalu ia juga menolak sebab akibat, menolak pula induksi yang berdasarkan pengalaman. Jadi habislah segala macam cara untuk memperoleh pengetahuan, semuanya ditolak. Inilah skeptis tingkat tinggi.
Hume menyatakan, sebagaimana Locke, bahwa semua pengetahuan dimulai dari pengalaman indera sebagai dasar, kesan adalah basis pengetahuan.
Tapi kemudian Hume menjelaskan bahwa hubungan sebab akibat tidak merupakan suatu hubungan antar idea (reation of ideas) karena hal itu tidak mempunyai bukti. Itu terbentuk semata-mata oleh akal, padahal hanya akal tidak akan menyampaikan pada pengetahuan adanya sebab akibat. Akhirnya Hume menyimpulkan bahwa idea kausalitas itu tidak juga dapat diperoleh melalui persepsi (pengalaman). Pada akhirnya Hume menentang induksi. Ia juga menentang prinsip induksi untuk memprediksi masa depan. Jadi mula-mula ia menolak adanya pengetahuan a priori, lalu ia juga menolak sebab akibat, menolak pula induksi yang berdasarkan pengalaman. Jadi habislah segala macam cara untuk memperoleh pengetahuan, semuanya ditolak. Inilah skeptis tingkat tinggi.
TOKOH-TOKOH PAN ISLAMISME DUNIA:
1.
JAMALUDDIN AL-AFGHANI
Afghani
juga mengembangkan pemikiran (dan gerakan) salafiyah, yakni aliran
keagamaan yang berpendirian bahwa untuk dapat memulihkan kejayaannya, umat
Islam harus kembali kepada ajaran Islam yang masih murni seperti yang dahulu
diamalkan oleh generasi pertama Islam, yang juga biasa disebut salaf (pendahulu)
yang saleh.
Jamaluddin
al- Afghani pernah menerbitkan jurnal Al-Urwat-Al-Wuthqa yang
mengecam keras Barat. Jurnal tersebut juga dikenal sebagai jurnal anti
penjajahan, yang diterbitkan di Paris. Jurnal ini segera menjadi barometer
perlawanan imperialisme dunia Islam yang merekam komentar, opini, dan analisis
bukan saja dari tokoh-tokoh Islam dunia.
Jamaluddin
Al-Afgani mengungkapkan bahwa:
a.
Islam
adalah agama yang sesuai untuk semua bangsa maupun zaman. Kalau kelihatan ada
pertentangan antara ajaran-ajaran Islam dengan kondisi perubahan zaman, maka
penyesuaian dapat diperoleh dengan mengadakan interpretasi dan pengertian baru
tentang ajaran itu.
b.
Kemunduran
yang dialami oleh umat Islam tak lain karena telah meninggalkan ajaran Islam
yang sesungguhnya.
c.
Pemahaman
terhadap qadha dan qadar dirusak oleh sebagian ulama, menjadi fatalisme yang
membawa umat Islam kepada keadaan statis.
d.
Pemahaman
yang keliru terhadap hadits Nabi menyatakan bahwa umat Islam akan mengalami
kemunduran di akhir zaman membuat umat Islam tidak merubah nasibnya.
e.
Jalan
keluarnya adalah melenyapkan pengertian yang salah itu dan kembali kepada
ajaran Islam yang sebenarnya
2.
MUHAMMAD ABDUH
Syek M. Abduh
menghendaki perubahan mental secara berangsur-angsur, seperti pendidikan.
Sementara
Syekh Muhammad Abduh mengungkapkan teori pembaharuannya sebagai berikut:
a.
Yang boleh
dan harus disembah hanyalah Allah dan orang menyembah selain Allah adalah
musyrik dan ia harus dibunuh.
b.
Orang
Islam yang minta pertolongan kepada Wali atau Syekh atau kekuatan lain selain
Allah, termasuk dia menjadi musyrik.
c.
Menyebut
nama Nabi, Syekh atau Malaikat dalam doa juga syirik.
d.
Meminta
selain kepada Allah adalah syirik.
e.
Bernazar
selain kepada Allah adalah syirik.
f.
Tidak
percaya kepada Qadha dan Qadar Allah itu menyebabkan kekufuran.
g.
Jalan
keluarnya adalah melepaskan umat dari kesesatan ini dan kembali kepada Islam
yang asli.
3.
Rasyid Ridha
Rasyid
Ridla juga melihat perlunya dihidupkan kesatuan umat Islam. Menurutnya, salah
satu sebab lain bagi kemunduran umat ialah perpecahan yang terjadi di kalangan
mereka. Kesatuan yang dimaksud oleh beliau bukanlah kesatuan yang didasarkan
atas kesatuan bahasa atau kesatuan bangsa, tetapi kesatuan atas dasar keyakinan
yang sama. Oleh karena itu ia tidak setuju dengan gerakan nasionalisme yang
dipelopori Mustafa Kamil di Mesir dan gerakan nasionalisme Turki yang
dipelopori Turki Muda. Ia menganggap bahwa faham nasionalisme bertentangan
dengan ajaran persaudaraan seluruh umat Islam. Persaudaraan dalam islam tidak
kenal pada perbedaan bangsa dan bahasa, bahkan tidak kenal perbedaan tanah air.
Rasyid Ridla tidak memberikan format yang jelas bagi bentuk kesatuan yang
dimaksud. Ia hanya menawarkan kekhalifahan yang sekaligus mengemban fungsi
sebagai kepala negara. Khalifah, menurutnya, karena mempunyai kekuasaan
legislatif maka harus mempunyai sifat mujtahid. Tetapi, khalifah tidak boleh
bersifat absolut. Ulama merupakan pembantu-pembantunya yang uatama dalam soal
memerintah rakyat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar