Organisasi
semi militer bentukan Jepang
1.
Seinendan (Barisan pemuda)
Seinendan merupakan
organisasi pemuda yang dibentuk pada tanggal 29 April 1943.
2. Keibodan (Barisan Pembantu
Polisi)
Keibodan juga merupakan organisasi pemuda yang dibentuk bersamaan
dengan pembentukan Seinendan. Berbeda dengan Seinendan, dalam pembentukan
Keibodan tersebut tampak bahwa pemerintah pendudukan Jepang berusaha agar tidak
terpengaruh oleh golongan nasionalis
3. Syuisyintai (Barisan Pelopor)
Barisan Pelopor
dibentuk pada tanggal 1 November 1944. Organisasi semimiliter ini dibentuk
sebagai hasil keputusan sidang ketiga dari Chuo Sangi In (Dewan Pertimbangan
Pusat.
4.Fujinkai (Barisan Wanita)
Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya terdiri atas wanita yang berumur 15 tahun ke atas. Tugas Fujinkai adalah ikut memperkuat pertahanan dengan cara mengumpulkan dana wajib berupa perhiasan, hewan ternak, dan bahan makanan untuk kepentingan perang.
Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya terdiri atas wanita yang berumur 15 tahun ke atas. Tugas Fujinkai adalah ikut memperkuat pertahanan dengan cara mengumpulkan dana wajib berupa perhiasan, hewan ternak, dan bahan makanan untuk kepentingan perang.
5. Hizbullah
Pada tanggal 15
Desember 1944 berdiri pasukan sukarelawan pemuda Islam yang dinamakan Hizbullah
(tentara Allah) yang dalam istilah Jepangnya disebut Kaikyo Seinen Teishintai.
Organisasi Militer
Bentukan Jepang
1.
Heiho
Heiho merupakan pasukan bentukan tentara Jepang pada masa Perang
Dunia II. Pasukan ini dibentuk berdasarkan instruksi Bagian Angkatan Darat
Markas Besar Umum Kemaharajaan Jepang pada tanggal 2 September 1942 dan mulai
merekrut anggotanya pada tanggal 22 April 1943.
Heiho merupakan organisasi militer resmi yang dibentuk pada
bulan April 1945. Anggotanya adalah para pemuda yang berusia 18 – 25 tahun.
2.
Peta
PETA dibentuk pada
tanggal 3 Oktober 1944 atas usul Gotot Mangkupraja kepada Letjend. Kumakici
Harada (Panglima Tentara ke-16). PETA di Sumatera dikenal dengan Gyugun.
Pembentukan PETA ini berbeda dengan organisasi lain bentukan Jepang. Anggota
PETA terdiri atas orang Indonesia yang mendapat pendidikan militer Jepang. PETA
bertugas mempertahankan tanah air Indonesia.
Organisasi lainnya yang di bentuk
oleh Jepang
1. Keibodan (barisan
pembantu polisi)
Keibodan (Barisan
Pembantu Polisi) dibentuk pada 29 April 1943.
2.
. Jibakutai (
Pasukan Berani Mati )
Jibakutai dibentuk pada tanggal 8 Desember 1944
Jibakutai dibentuk pada tanggal 8 Desember 1944
3.
Kempetai (barisan
polisi rahasia)
Kesatuan Kempetai merupakan satuan polisi militer Jepang yang ditempatkan diseluruh wilayah Jepang termasuk daerah jajahan.
Kesatuan Kempetai merupakan satuan polisi militer Jepang yang ditempatkan diseluruh wilayah Jepang termasuk daerah jajahan.
Sumber : google.com
Alasan Warna
Bendera Indonesia Merah Putih
Pada tahun
1292 Kerajaan Singosari yang dipimpin oleh Kertanegara mencapai puncak
kejayaan. Pada saat itu datanglah pemberontakan yang dilancarkan oleh raja
Kediri bernama Jayakatwang. Namun mendapat perlawanan dari tentara Singosari
yang dipimpin oleh Raden Wijaya.
Ternyata catatan sejarah tersebut ditemukan kembali pada tahun 1790 di Gunung Butak, Surabaya, menyebutkan; ... Demikianlah keadaan ketika tentara Sri Maharaja (Raden Wijaya) bergerak terus sampai ke Rabut Carat. Tidak lama, datanglah musuh dari arah barat. Saat itu juga Sri Maharaja bertempur dengan pemberontak dan musuh pun lari tunggang langgang. Tapi di sebelah timur panji-panji musuh berkibar, warnanya merah putih ....''
Lain lagi dengan sejarah pada masa Kerajaan Mataram, warna bendera kita dikenal sebagai Gula Kelapa. Hal ini diidentikkan dengan warna Gula=merah dan Kelapa=putih. Salah satu bentuknya masih tersimpan sebagai benda pusaka Kerajaan Surakarta, bendera Kyai Ageng Tarub yang dasarnya putih bertuliskan Arab-Jawa dan atasnya garis merah.
Sejarah selanjutnya di zaman Pangeran Diponegoro. Bendera Sang Saka Merah Putih berkibar dengan gagahnya. Peperangan di tahun 1825-1830 melawan kolonial Belanda tersebut mempunyai catatan sejarah yang berharga. Tatkala Pangeran Diponegoro sedang melakukan perjalanan, ia berkata kepada Mangkubumi, ''Paman lihatlah rumah dan mesjid sedang dibakar, api merah menyala-nyala ke atas langit. Kini kita tak berumah lagi di dunia.''
Kemudian Pangeran Diponegoro melihat ke arah Tegalrejo, selanjutnya ke Selarong, tempat rakyat mengibarkan bendera Merah Putih. Ketika itu beliau mengucapkan kata-katanya yang terkenal kepada isterinya, Batnaningsing, ''Perang telah mulai! Kita akan pindah ke Selarong. Pergilah Adinda ke sana dan berikanlah segala intan permata serta emas perakmu kepada rakyat yang mengikuti kita.''
Dalam peperangan yang berakhir pada tahun 1830 itu Pangeran Diponegoro kalah. Bendera Merah Putih pun tidak berkibar lagi. Sejarah berikutnya tatkala para mahasiswa Indonesia yang ada di Negeri Belanda mendirikan Perhimpunan Indonesia pada tahun 1920. Panji yang mereka pilih adalah Merah Putih Kepala Kerbau. Sedangkan pada tahun 1927 Ir. Soekarno (Presiden pertama RI) mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). Bendera Merah Putih dihiasi Kepala Banteng sebagai lambang organisasinya.
Kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda bernaung di bawah bendera Merah Putih dengan lambang garuda terbang. Dan garuda terbang menjadi lambang tersendiri, sehingga tinggal warna Merah Putih. Nah, tatkala menjelang negara kita merdeka, panitia kecil yang diketuai oleh Ki Hajar Dewantara ditugaskan untuk meneliti bendera dan lagu kebangsaan. Diputuskanlah kata sepakat arti ukuran serta lagu kebangsaan.
Yaitu Merah berarti berani, Putih berarti suci yang berukuran panjang 3 meter dan lebar 2 meter. Sedangkan lagu kebangsaannya yaitu lagu Indonesia Raya gubahan Wage Rudolf Supratman. Sebagai tindak lanjut penetapan bendera tersebut tertuang dalam UUD 1945 pasal 35, yang berbunyi, ''Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.'' Demikianlah sejarah panjang warna bendera kita Sang Merah Putih.
Ternyata catatan sejarah tersebut ditemukan kembali pada tahun 1790 di Gunung Butak, Surabaya, menyebutkan; ... Demikianlah keadaan ketika tentara Sri Maharaja (Raden Wijaya) bergerak terus sampai ke Rabut Carat. Tidak lama, datanglah musuh dari arah barat. Saat itu juga Sri Maharaja bertempur dengan pemberontak dan musuh pun lari tunggang langgang. Tapi di sebelah timur panji-panji musuh berkibar, warnanya merah putih ....''
Lain lagi dengan sejarah pada masa Kerajaan Mataram, warna bendera kita dikenal sebagai Gula Kelapa. Hal ini diidentikkan dengan warna Gula=merah dan Kelapa=putih. Salah satu bentuknya masih tersimpan sebagai benda pusaka Kerajaan Surakarta, bendera Kyai Ageng Tarub yang dasarnya putih bertuliskan Arab-Jawa dan atasnya garis merah.
Sejarah selanjutnya di zaman Pangeran Diponegoro. Bendera Sang Saka Merah Putih berkibar dengan gagahnya. Peperangan di tahun 1825-1830 melawan kolonial Belanda tersebut mempunyai catatan sejarah yang berharga. Tatkala Pangeran Diponegoro sedang melakukan perjalanan, ia berkata kepada Mangkubumi, ''Paman lihatlah rumah dan mesjid sedang dibakar, api merah menyala-nyala ke atas langit. Kini kita tak berumah lagi di dunia.''
Kemudian Pangeran Diponegoro melihat ke arah Tegalrejo, selanjutnya ke Selarong, tempat rakyat mengibarkan bendera Merah Putih. Ketika itu beliau mengucapkan kata-katanya yang terkenal kepada isterinya, Batnaningsing, ''Perang telah mulai! Kita akan pindah ke Selarong. Pergilah Adinda ke sana dan berikanlah segala intan permata serta emas perakmu kepada rakyat yang mengikuti kita.''
Dalam peperangan yang berakhir pada tahun 1830 itu Pangeran Diponegoro kalah. Bendera Merah Putih pun tidak berkibar lagi. Sejarah berikutnya tatkala para mahasiswa Indonesia yang ada di Negeri Belanda mendirikan Perhimpunan Indonesia pada tahun 1920. Panji yang mereka pilih adalah Merah Putih Kepala Kerbau. Sedangkan pada tahun 1927 Ir. Soekarno (Presiden pertama RI) mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). Bendera Merah Putih dihiasi Kepala Banteng sebagai lambang organisasinya.
Kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda bernaung di bawah bendera Merah Putih dengan lambang garuda terbang. Dan garuda terbang menjadi lambang tersendiri, sehingga tinggal warna Merah Putih. Nah, tatkala menjelang negara kita merdeka, panitia kecil yang diketuai oleh Ki Hajar Dewantara ditugaskan untuk meneliti bendera dan lagu kebangsaan. Diputuskanlah kata sepakat arti ukuran serta lagu kebangsaan.
Yaitu Merah berarti berani, Putih berarti suci yang berukuran panjang 3 meter dan lebar 2 meter. Sedangkan lagu kebangsaannya yaitu lagu Indonesia Raya gubahan Wage Rudolf Supratman. Sebagai tindak lanjut penetapan bendera tersebut tertuang dalam UUD 1945 pasal 35, yang berbunyi, ''Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.'' Demikianlah sejarah panjang warna bendera kita Sang Merah Putih.
Sumber :
republika.co.id
Rumusan Pancasila
Yang Diresmikan
Rumusan dasar Negara yang paling
mendekati Digunakan sebagai Pancasila adalah yang di ajukan oleh Moh. Yamin,
yang berbunyi sebagai berikut :
1.
Ketuhanan Yang Maha Esa
2.
Kebangsaan Persatuan
Indonesia
3.
Rasa kemanusiaan yang adil
dan beradab
4.
Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.
keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.
Kemerdekaan Indonesia
Menurut saya bukanlah pemberian dari
bangsa Jepang atau bangsa manapun, melainkan hasil perjuangan sendiri
masyarakat Indonesia. Dengan
mempertaruhkan nyawa dan seluruh hidup demi kemerdekaan.
Walaupun kemerdekaan Indonesia
bertepatan dengan Jepang yang memberikan janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia,
namun jika para pemimpin Indonesia tidak mempersiapkan semuanya dengan cepat
dengan pengambilan keputusan yang tegas sesegera mungkin, dan juga pelaksanaan
proklamasi terlambat sedikit saja, maka mungkin saja Indonesia belum mencapai
kemerdekaan hingga saat ini.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar