ABDUL KADIR WIJOYOATMOJO
Raden Abdulkadir
Widjojoatmodjo (lahir di Salatiga, 18 September 1904 – meninggal
di Den Haag, Belanda,24 Desember 1942 pada umur 88 tahun) adalah seorang
Belanda-Indonesia dari Jawa, tentara dan diplomat.
PERJALANAN KARIERNYA
Dia menghadiri sekolah Belanda dan mengikuti
pelatihan Indologis di Universitas Leiden di bawah Christian Snouck Hurgronje yang merekomendasikan dia kepada Dewan
Homegrown. Di sana ia bekerja sebagai administrator. Pada tahun 1919 ia menjadi
sekretaris kedutaan besar Belanda di Jeddah di Kerajaan Arab Saudi sejak 1916.
Pada tahun 1932 ia menjadi wakil konsul di Mekkah dan karenanya wakil Belanda tertinggi.
Tepat sebelum pecahnya Perang Dunia II ia adalah seorang pegawai senior di New Guenia.
Dari bulan Maret 1944 ia adalah seorang
konsultan dalam pelayanan umum Letnan Gubernur Jenderal Hubertus Van Mook bahwa pemerintah
Belanda dari luar Hindia Belanda mencoba untuk memulihkan dengan Belanda Nederlansch Indies Civil Administration (NICA), dari 1946 Sekutu Militer Administrasi Sipil Urusan
Cabang (AMACAB) dan setelah kepergian pasukan Inggris Departemen Administrasi
Temporary). Dia sementara ketika Van Mook masih pada akhir perang, tokoh
otoritas tertinggi di Belanda Hindia Belanda di Brisbane. Dia juga memainkan
peran dalam pemulihan otoritas di India timur. Dia diangkat penduduk (sebagai
kolonel dalam KNIL) dari Maluku.
MENGAPA ABDUL KADIR WIJOYOATMOJO MENJADI
WAKIL BELANDA DI PERJANJIAN RENVILLE?
1. Karena
Belanda ingin menunjukan kepada dunia internasional bahwa Indonesia sudah dalam
pengaruh Belanda,, dan pengaruhnya sudah mendominasi hingga ke dasar.
2. Abdul
Kadir Wijoyoatmojo adalah orang yang memihak Belanda
NAMA NAMA PALAWAN
INDONESIA YANG DIJADIKAN NAMA JALAN DI BELAHAN DUNIA
1.
Jalan Soekarno Di Maroko Dan Mesir
Rue Soukarno,
adalah nama sebuah jalan di Maroko sebagai penghargaan kepada Soekarno yang
diberikan oleh raja Maroko atas perannya yang mengizinkan kitab karya
ulama Maroko yang dijadikan bahan rujukan wajib di berbagai pesantren di
Indonesia.
Pemimpin
Mesir kala itu, Gamal Abdel Nasser memberikan penghargaan kepada Soekarno
dengan membuat nama jalan di Mesir dengan namaAhmed Sokarno St. atas hubungan baik
antara Indonesia dan Mesir. Bahkah hubungan baik ini sampai tercetus Konferensi Asia Afrik di
Bandung. Dan nama Admed di depan nama Sokarno tersebut diberikan
oleh para mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir untuk menegaskan bahwa Soekarno
adalah seorang Muslim.
2. Jalan R. A. Kartini Di Belanda
R. A. Kartini adalah pahlawan yang memperjuangkan harkat
dan martabat para perempuan dengan karyanya “Habis Gelap Terbitlah Terang”
yang disusun oleh Menteri Kebudayaan Agama Dan Kerajinan Hindia Belanda saat
itu. Kemudian kerajaan Belanda memberikan penghargaan kepada Kartini dengan
membuat nama jalan dengan R. A. Kartinistraat. Tidak hanya 1 tapi 3 buah
jalan di Belanda menggunakan nama Kartini.
3. Jalan Mohammad Hatta Di Belanda
Pahlawan lainnya yang diabadikan sebagai nama jalan di Belanda
adalah mantan Wakil Presiden RI, Mohammad Hatta atas peran pentingnya pada kemerdekaan
Indonesia dengan nama jalan Mohammed Hattastraat.
4. Jalan Munir Di Belanda

Baru-baru ini di Belanda mengangkat seorang pejuang hak asasi
manusia dari Indonesia dan mengabadikannya sebagai nama jalan. Adalah Munir
Said Thalib seorang pejuan hak-hak asasi manusia Indonesia yang meninggal dalam
perjalanya menuju Amsterdam Belanda karena keracunan makanan. Nama Munir dijadikan
nama sebuah jalan dengan nama Munirstraat.
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN DIPLOMASI YANG
DI LAKUKAN INDONESIA PASCA KEMERDEKAAN
Keuntungan :
- 1 Kemungkinan besar untuk mendapat dukungan dan pengakuan dari dunia internasional mengenai kemerdekaan Indonesia.
- 2. Mempertahankan kemerdekaan RI dari segala usaha Belanda untuk kembali di bumi Indonesia,
- 3. Dapat menyelasikan masalah dengan cara damai dan melalui kesepakatan, maupun dengan mediasi dibantu oleh pihak ke tiga.
Kerugian :
- 1. Pihak yang dominan dalam berdiplomasi kemungkinan besar akan memenangkan hal yang di permasalahkan, walaupun masalah tersebut dinilai dari berbagai sisi kurang adil.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar