Minggu, 15 Februari 2015

Kerajaan Majapahit

KERAJAAN MAJA PAHIT


Menurut pendapat saya, kerajaan yang dapat di ambil banyak pelajarannya adalah kerajaan maja pahit, karena menyimpan pelajaran yang sangat mendalam.
Saya akan menceritakan sedikit tentang kerajaan majapahit

·       Kerajaan Majapahit berdiri pada tahun 1242-1475 M oleh Raden Wijaya di Jawa Timur diatas reruntuhan Singosari.
·       Tepatnya di sekitar sungai brantas, dengan pusat kerajaannya di Trowulan, mojokerto, jawa timur
·       Merupakan kerajaan hindu terbesar dan terakhir di Indonesia

WILAYAH KEKUASAAN

      Wilayah kekuasaannya meliputi hampir semua wilayah Indonesia dan bahkan sampai Asia Tenggara.
      Pusat kerajaan ada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur

MASA KEJAYAAN

Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.

     SOSIAL  EKONOMI
       
      Perekonomian kerajaan majapahit didukung oleh sektor agraris dan sektor perdagangan.
      Pada masa pemerintahan Raden Wijaya, majapahit telah mengguanakan uang yang sengaja didatangkan dari Cina. Hal ini disebabkan karena rumitnya peran emas dan perak sebagai alat pembayaran.
           
 RAJA-RAJA YANG PERNAH MEMERINTAH MAJA PAHIT
1.      Raden Wijaya (bergelar Krtajasa Jayawarddhana).
2.    Jayanagara (bergelar Sri Sundarapandyadewadhiswaranamarajabhise ka Wikramottungga-dewa). 
3.     Tribhuwana Wijayottunggadewi (bergelar Tribhuwanottunggadewi Jayawisnuwarddhani)
4.     Hayam Wuruk (bergelar Sri Rajasanagara), masa pemerintahan tahun 1350-1389 M.
5.     Wikramawarddhana (biasa disebut dengan Bhre Hyang Wisesa)
6.     Suhita (dikenal juga dengan sebutan Prabhustri), masa pemerintahan tahun 1429-1447 M
7.     Dyah Krtawijaya (bergelar Sri Wijayaparakramawarddhana), masa pemerintahan tahun 1447-1451 M
8.     Dyah Wijayakumara (bergelar Sri Rajasawarddhana), masa pemerintahan tahun 1451-1453 M.
9.     Dyah Suryawikrama (bergelar Sri Girisawarddhana), masa pemerintahan tahun 1456-1466 M.
10. Dyah Suraprabhawa (bergelar Sri Singhawikramawarddhana), masa pemerintahan tahun 1466-1474 M.
11.                        Bhre kertabumi
12.                        Dyah Ranawijaya

     Kemunduran

      Tidak ada tokoh/penguasa Kharismatik
      Perang saudara
      Daerah-daerah taklukan membebaskan diri
      Kemunduran ekonomi akibat kemunculan pelabuhan-pelabuhan baru yang dikuasai pedagang islam
      Kemunculan kerajaan islam di Demak    

KESIMPULAN:
Kerajaaan Maja Pahit memiliki banyak sekali kisah- kisah inspiratif, mulai dari terbentuknya kerajaan, mempunya raja dan patih yang tangguh sehingga bisa menaklukan hampir seluruh wilayah asia tenggara,  dan juga kemunduranya yang disebabkan perang saudara, tentu saja kita dapat mengambil banyak pelajaran dari kisah keseluruhan keseluruhan maja pahit ini
Diantaranya:
1.    Hidup harus mempunyai target yang tinggi, di sertai dengan usaha yang sungguh-sungguh agar hidup bisa terus maju.
2.    Dalam mencapai sebuah kekuasaan, tidah boleh menghalalkan segala cara.
3.    Janganlah iri terhadap jabatan orang lain,  justru kita harus mendukungnya dalam mengemban amanah. Karena belum tentu kita lebih baik  darinya.




Kamis, 05 Februari 2015

TEORI MASUKNYA AGAMA HINDU BUDHA DI INDONESIA 
Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke Indonesia melalui kontak perdagangan. Pada awalnya, orang-orang India bersikap aktif dalam perdagangan tersebut. Hal ini menurut Claudius Ptolomeus (Yunani) didorong oleh kekayaan Indonesia akan emas, perak, cengkih, dan lada yang menarik para pedagang mancanegara. Hubungan perdagangan ini telah berlangsung sejak sekitar abad ke-5 M. Khusus mengenai penyebaran hinduisme sebagai agama dijelaskan melalui banyak teori. 


Memasuki abad Masehi, antara Indonesia dengan India sudah terjalin hubungan terutama dalam perdagangan. Setelah jalur perdagangan India dengan Cina lewat laut (tidak lagi melewati jalan darat), maka selat Malaka merupakan alternatif terdekat yang dilalui pedagang. Dalam hubungan tersebut masuk dan berkembang pula agama dan budaya India di Indonesia. Peristiwa masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia pada abad pertama Masehi membawa pengaruh yang sangat penting. Peristiwa tersebut menandai berakhirnya jaman prasejarah Indonesia dan memasuki jaman sejarah serta membawa perubahan dalam susunan masyarakat dan kebudayaan yang berkembang di Indonesia.

Teori Brahmana (J.C. Van Leur)
    Dengan melihat unsur-unsur budaya India yang berpengaruh ke Indonesia, J.C. van Leur mengutarakan bahwa kaum brahmana sangat berperan dalam penyebaran agama dan kebudayaan Hindu ke Indonesia. Mereka datang atas undangan para penguasa Indonesia. Kaum brahmana di undang ke Indonesia untuk melakukan upacara khusus menjadikan seseorang menjadi pemeluk Hindu yang disebut vratyastoma.
 Teori ini dikemukakan JC. Van Leur, FDK. Bosch dan OW. Wolters yang berpendapat bahwa orang yang ahli agama Hindu adalah brahmana. Orang Indonesia/ kepala suku aktif mendatangkan brahmana untuk mengadakan upacara abhiseka secara Hindu, sehingga kepala suku menjadi maharaja. Dalam perkembangannya, para brahmana akhirnya menjadi purohito (penasehat raja). Teori ini tampaknya dianggap lebih mendekati kebenaran karena agama Hindu bersifat tertutup, dimana hanya diketahui kalangan brahmana. Prasasti yang ditemukan berbahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Candi yang ada di Indonesia banyak ditemukan arca Agastya. Disamping itu brahmana di Indonesia berkaitan dengan upacara Vratyastoma dan abhiseka.




 Teori Ksatria (F.D.K Bosch)
    F.D.K. Bosch menyatakan bahwa adanya raja-raja dari india yang datang menaklukan daerah-daerah tertentu di Indonesia telah mengakibatkan penghinduan penduduk setempat. Terhadap teori ksatria ini, van Leur mengajukann keberatan. menurutnya, jika memang raja-raja India pernah menaklukan daerah Indonesia, maka hal itu akan dicatat dalam sumber-sumber sejarah baik di India maupun di Indonesia. Raja-raja India biasanya membangun sebuah tugu kemenangan yang disebut jayastamba. 
Teori ini juga disebut teori prajurit atau kolonisasi yang dikemukakan CC. Berg dan FDK. Bosch. FDK. Bosch menggunakan istilah hipotesa ksatria. Menurut teori ini, peran utama masuknya budaya India ke Indonesia adalah ksatria. Hal ini disebabkan di India terjadi kekacauan politik yaitu perang brahmana dengan ksatria, para ksatria yang kalah melarikan diri ke Indonesia. Mereka mendirikan kerajaan dan menyebarkan agama Hindu. Pendukung teori ini kebanyakan sejarawan India, terutama Majumdar dan Nehru. Hipotesis ksatria banyak mengandung kelemahan yaitu tidak adanya bukti kolonisasi baik di India maupun di Indonesia. Kedudukan kaum ksatria dalam struktur masyarakat Hindu tidak memungkinkan menguasai masalah agama Hindu dan tidak nampak pemindahan unsur masyarakat India (sistem kasta, bentuk rumah, pergaulan dan sebagainya). Tidak mungkin para pelarian mendapat kedudukan sebagai raja di tempat yang baru.
  Teori Waisya (N.J. Krom)
     Menurut N.J. Krom, golongan pedagang dari kasta Waisya merupakan golongan terbesar yang datang ke Indonesia. Mereka menetap di indonesia dan kemudian memegang peran penting dalam proses penyebaran kebudayaan India.

·                     Teori Waisya. Teori ini dikemukakan NJ. Krom dan Mookerjee yang berpendapat; orang India tiba ke Asia tenggara pada umumnya dan khususnya Indonesia karena berdagang. Pelayaran perdagangan saat itu masih tergantung sistem angin muson. Sehingga pedagang India terpaksa tinggal di Indonesia selama beberapa saat untuk menanti bergantinya arah angin. Mereka banyak menikah dengan penduduk setempat. Keturunan dan keluarga pedagang ini merupakan awal penerimaan pengaruh India. Tampaknya teori ini mengambil perbandingan proses penyiaran Islam yang juga dibawa pedagang. Teori ini juga dibantah ahli lain, karena tidak setiap orang boleh menyentuh kitab Weda. Ajaran Hindu milik kaum brahmana dan hanya mereka yang memahami kitab Weda.
     

 Teori Sudra 
     Teori ini menyatakan bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kasta sudra. Mereka dtang ke Indonesia dengan tujuan mengubah kehidupan karena di India mereka hanya hidup sebagai pekerja kasar dan budak. 
Teori ini menegaskan bahawa masuknya agama dan kebudayaan hindhu budha di Indonesia di bawa oleh golongan sudra yang kalah perang di india dengan mengikuti kaum waisya. Salah satu pendukung teori ini yaitu Codes. 

 Teori Campuran
      Teori ini beranggapan bahwa baik kaum brahmana, ksatria, para pedagang, maupun golongan sudra bersama-sama menyebarkan agama Hindu ke Indonesia sesuai dengan peran masing-masing
.

DAERAH JALUR MASUK AGAMA HINDU BUDHA DI INDONESIA
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV4encrlBukUjRAZzcHEeZa6dYZIGQmjEY3v7VRnEqmcxoP5Uo3P63irMyjnoGAOO0Rt64UMFXt5s91FPw4pF4aGfqbZmhg6DXLeBiuV__x2kV8ugIsNV9q_KtXJ04TiJpmvBiX26SAQ4/s1600/peta+perdagangan+laut+di+asia+tenggara.png

Pada sekitar abad ke-2 sampai dengan 5 Masehi, diperkirakan telah masuk agama dan kebudayaan Buddha ke Indonesia. Kemudian disusul pengaruh Hindu ke Indonesia pada abad ke-5 Masehi. Agama dan budaya Hindu-Buddha dibawa ke Indonesia oleh para pedagang dan pendeta dari India atau Cina, masuk ke Indonesia mengikuti dua jalur.

a. Melalui Jalur Laut

Para penyebar agama dan budaya Hindu –Buddha yang menggunakan jalur laut datang ke Indonesia mengikuti rombongan kapal-kapal para dagang yang biasa beraktivitas pada jalur India–Cina. Rute perjalanan para penyebar agama dan budaya Hindu Buddha, yaitu dari India menuju Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, kemudian ke Nusantara. 

Peta Jalur Masuk Hindu BuddhaSementara itu, dari Semenanjung Malaya ada yang terus ke Kamboja, Vietnam, Cina, Korea, dan Jepang. Di antara mereka ada yang langsung dari India menuju Indonesia dengan memanfaatkan bertiupnya angin muson barat. 

b. Melalui Jalur Darat

Para penyebar agama dan budaya Hindu –Buddha yang menggunakan jalur darat mengikuti para pedagang melalui Jalan Sutra, dari India ke Tibet terus ke utara sampai dengan Cina, Korea, dan Jepang. Ada juga yang melakukan perjalanan dari India utara menuju Bangladesh, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya kemudian berlayar menuju Indonesia.